Supaya Kesuksesan Anda Jauh Lebih Sempurna, Belajarlah dari Dua Orang Pemotong Kayu ini

 

Siapa yang tidak ingin hidup sukses? Tentu jawaban semua orang ingin. Tidak saja orang muda, tua bahkan anak-anak pun berkeinginan untuk sukses. Banyak cara yang dilakukan untuk mewujudkan kesuksesan itu. Salah satunya dengan bekerja dengan jadwal yang begitu padat. Dengan begitu akan berpengaruh terhadap penghasilan setiap bulannya. Kesibukan yang akan menguras tidak saja waktu, tetapi juga tenaga anda. Jika anda termasuk orang yang paling super sibuk dan tidak banyak waktu. Mari membaca tulisan berikut untuk memberikan penyadaran bagaimana sebuah kesibukan itu penting tetapi ada yang lebih penting lagi.

Suatu waktu ada seorang pemuda dan lelaki tua yang sedang berkompetisi dalam menebang pohon. Kompetisi ini merebutkan sebuah hadiah yang begitu besar. Hadiah yang akan membuat siapa saja menjadi kaya mendadak. Kedua kandidat itu saling menyiapkan kapak untuk menebang pohon. Saling pergi ke tempat pemande untuk mengasah kapak agar dapat menebang secara cepat.

Sang pemuda begitu percaya diri akan mengalahkan sang lelaki tua. Meskipun sudah berpengalaman, tetapi soal fisik dan tenaga tentu lelaki muda itu akan menjadi yang nomor satu. Begitu memasuki sebuah hutan. Mereka saling menebang pohon secara perlahan. Awalnya memang perlahan, namun ketika mendengar pohon yang jatuh semakin banyak dari lelaki tua. Lelaki muda lantas memacu kondisi fisik untuk segara memperolah tebangan kayu yang banyak. Begitu terus hingga siang hari tiba. Semakin siang suara sang lelaki tua yang sedang menebang pohon terkadang ada terkadang tidak. Maksudnya tidak dalam arti pohon yang roboh. Mendengar hal itulah yang terus menyulut api semangat pemuda itu. Ia semakin gigih untuk menebang pohon. Tidak lagi menghiraukan apakah fisiknya lelah atau tidak. Terpenting segara menghasilkan tebangan kayu yang begitu banyak. Ia merasa bahwa kekuatan fisiknyalah yang akan menjadikan dirinya pemenang. Meskpun harus berlelah-lelah tentu bukan sebuah masalah baginya.

Kondisi itu berbeda dengan lelaku tua. Ia sesekali berhenti untuk tidak saja beristirahat, tetapi juga mengasah kapak yang digunakan. Karena semakin jarang diarah maka akan semakin tidak tajam. Tentu hal inilah yang tidak disadari oleh sang lelaki muda itu. Ia hanya mengandalkan kekuatan yang tentu semakin waktu akan semakin menurun. Berbeda dengan sang lelaki tua. Ia begitu untuk menghemat. Tidak saja menghemat energi tetapi juga melakukan sesuatu yang akan membuatnya samkin gemilang untuk memenangkan kompetisi.

Waktu yang ditentukan telah tiba. Waktu inilah yang akan menentukan siapa yang menang dan siapa yang akan kalah. Mereka saling berkumpul dengan di dampingi oleh sanak familinya. Tentu ada tiga orang juri yang akan menentukan siapa yang akan menjadi pemenang. Setalah melakukan berbagai kajian dan fakta yang ada akhirnya yang menjadi pemenang adalah lelaki tua. Pemuda itu begitu kegat karena merasa dirinyalah yang telah banyak menebang pohon itu. Ia juga merasa tidak pernah beristirahat yang akan membuang waktu.

“bagaimanan anda dapat memenangkan kompetisi ini. Padahal saya dengarkan anda sering beristirahat berbeda denganku yang terus melakukan penebangan secara lebih intens” tanya sang pemuda.

“Begini nak, memang saya beristiharat. Itu saya lakukan untuk mengasah kapak agar tetap mengkilap dan bagus untuk menebang. Dengan mengasah kapak maka kamu akan mendapatkan hasil yang luar biasa” jawab sang lelaku itu itu.

Sang pemuda itu kemudian menyadari bahwa apa yang dilakukan memang tidak tepat. Lebih mementingkan tenaganya dibandingankan dengan melakukan sesuatu yang begitu berguna untuknya. “Memang bekerja keras itu penting. Tetapi jauh lebih penting terus melakukan sesuatu untuk diriku sendiri”

Bagi anda yang memiliki kesibukan super penting memahami akan kisah di atas. Anda mungkin memiliki banyak uang karena bekerja yang lebih dibandingkan dengan orang lain. Banyak waktu yang anda lupakan karena kesibukan anda. Memang pekerjaan penting apalagi kesibukan yang menghasilkan keuntungan banyak. Tetapi ketika anda tidak lagi memperdulikan diri untuk rifresing, berlibur, olah raga dana bersosialisasi dengan teman dan lingkungan. Tentu kesibukan dan keberhasilan anda ini tidak akan kurang lengkap. Anda mungkin mendapatkan uang banyak, tetapi tidak persoalan kebahagian batiniah. Penting untuk mengarah kapak, kapak yang sesungguhnya adalah diri yang terus terkontrol. Baik dalam hal kesehatan juga dengan kebahagian secara batiniah. Penting untuk anda terapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *