Hujan dan Filosofi Kehidupan

 

 

Pernahkan anda berpikir bahwa hujan yang datang ke bumi itu memberikan motivasi hidup yang luar biasa? Tentu ketika hujan tiba kita akan merasakan rasa senang yang luas biasa, terlebih ketika sedang musim kemarau. Hujan seakan menjadi petanda bahwa kehidupan akan segera di mulai kembali. Selain itu, melalui hujan pulalah yang akan memberikan semangat untuk manusia tergerak. Tergerak bersemangat untuk pergi ke ladang dan sawah untuk memulai menebar berkah-berkah kehidupan.

Penting pula bagi anda untuk belajar dari hujan. Terlebih bagi anda yang sedang terpuruk dalam situasi tertentu. Menyesal itu memang harus, tetapi yang tidak boleh ditinggalkan adalah tindakan setelah menyesal itu. Untuk itulah mari belajar dari air hujan yang memberikan arti kehidupan bagi kita.

  1. Hujan jatuh berkali-kali, tetapi tidak pernah menyerah

Ketika anda terjatuh dari sebuah motor misalnya tentu akan merasakan sakit dan untuk beberapa waktu berhenti dahulu menggunakan motor itu atau trauma. Berbeda dengan hujan, ia jatuh berkal-kali tidak pernah menyerah untuk terus jatuh. Selain itu, hujan juga tidak berhenti walupun sesungguhnya jatuh itu sakit. Bergitu juga dengan anda, ketika terjatuh karena gagal melakukan sesuatau. Memang sakit menerima kegagalan itu, terpenting tidak truma karena sakit itu. Namun, bagaimana menjadikan rasa sakit itu sebagai sebuah proses untuk menuju indah. Sehingga, dengan demikian rasa sakit itu tidak akan terasa kembali.

  1. Hujan menimbulkan rasa dingin

Air hujan yang menetes dari angkasa dapat menimbulkan rasa dingin di tubuh. Hal ini disebabkan karena cauca yang berubah. Bukankan ketika dingin paling enak untuk beristirahat? Hujan yang mendinginkan ini kita ibaratkan amarah kita. Memang dalam kehidupan tidaklah selalu berjalan normal. Kadang membutuhkan seituasi di mana emosi anda melunjak secara dratis. Marah sifat alami manusia karena kondisi yang tidak dinginkan. Namun, lebih penting bagaimana bisa mendinginkan amrah itu. Sehingga, tidak berjalan secara berlarut-larur yang nanti merugikan.

  1. Hujan tidak mengenal waktu

Siapa yang bisa memperdeksi hujan, apakah datang sore atu siang? Tentu tidak ada orang yang bisa memprediksi karena memang hujan itu merupakan anugrah Tuhan yang tiada kira. Begitu juga bagi anda penting untuk belajar bagaimana untuk merawat semangat. Jangan semangat dalam bekerja karena awal bulan. Tetapi kapan pun harus tetap bersemngat. Karena dari semngat itulah yang akan mengalirkan pembeda dengan orang lain.

  1. Hujan turun karena bumi membutuhkan

Meskipun kedatangan hujan tidak menentu, tetapi kehadiran hujan sangat penting bagi bumi. Tumbuhan dan hewan termasuk manusia sangat membutuhkan hujan itu. Bisa dipastikan tanpa hujan manusia dan lainnya tidak akan dapat bertahan hidup. Hujan di sinilah memberikan arti dan manfaat bagi orang lain. Untuk itulah penting anda catat dalam kehidupan harus senantiasa memberikan nilai kepada orang lain. Paling tidak dengan menjadi orang yang tegar menghadapai kerasnya kehidupan akan membuat orang tercinta kita menjadi tersnyum bahagia.

  1. Hujan itu tidak meminta balasan

Kehadiran hujan yang begitu benilai bagi kehidupan di bumi. Apakah hujan meminta balasan karena telah memberikan sebuah pengorbanannya. Tentunya tidak, dia ikhlas terus menerbar berkahnya kepada apa yang ada di bumi. Begitu juga dengan anda, ketika melakukan sesuatu kebaikan jangan semata-mata untuk mendapatkan imbalan. Tetapi lakukan dengan ikhlas dan nantu pasti akan mendapatkan balasan yang begitu bernilai.

  1. Banyak orang yang mengeluh kepada hujan, tetapi ia tetap datang

Meskipun ada orang yang tidak menyukai kehadiran hujan, tetapi ia tetap datang untuk memberikan keberkahan bagi kehidupan di bumi. Ia akan senantiasa hadir meskipun orang tidak menginginkan bahkan menghujatnya. Sama halnya dengan anda ketika melakukan kebaikan jangan terhenti ketika orang lain menanggap lain. Terus melakukannya karena hanya anda sendiri yang tahu niat yang sesungguhnya.

  1. Hujan pun juga bisa tidak ramah

Hujan juga seperti manusia memiliki sifat yang tidak ramah. Ketika menusia tidak lagi memperdulkan akan kelestarian lingkungan, hutan habis dipotong, tanah tidak lagi kosong. Hujan akan membawa kemarahan yang luas biasa. Kemarahan inilah yang akan membuat siapa saja menjadi menjadi takut. Begitu juga dengan anda, ketika sedang lingkungan baik tempat tinggal atau pergaulan penting menjaga sikap. Menjaga agar orang lain tidak terpacing amarahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *