Belajar Filosofi Air untuk Menemukan Kualitas Kehidupan

 

Putus asa dalam kehidupan memang bukan sesuatu yang asing ditelinga kita tentunya. Mungkin anda juga pernah mengalaminya. Putus asa di sini merupakan kondisi di mana keadaan yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Tidak saja itu juga dikarena usaha yang dilakukan secara berulang tetapi terus menemui kegagalan.

Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya putus asa. Kondisi inilah yang akan membuat keadaan menjadi droup dan semangat hidup seakan sirna begitu saja. Tidak saja itu impian yang mengebu-gebu seakan hilang begitu saja karena sebuah nama kegagalan. Putus asa memang menjadi sesuatu yang selalu ada dalam kehidupan namun, kegagalan bukan sebuah sebab untuk menyerah.

Ketika mengalami kegagalan apa yang anda lakukan. Menyerah, pasrah, atau justru terus bersemangat. Tentu kita ditanya persoalan itu kebanyak orang menjawab akan poin yang ketiga yaitu bangkit. Tetapi dalam kenyataan banyak orang yang tidak kuat kegagalan itu. Banyak yang akhirnya harus menyerah dan terhenti untuk melakukan. Tidak saja melakukan tetapi mencoba kembali untuk menemukan kesuksesan. Karena sekali lagi menyeraj itu mudah, tidak semudah berjuang kembali untuk membangun kegagalan yang telah dilalui.

Untuk mengapai impian atau kesuksesan memang berat. Karena rumus sebuah keberhasilan memang ditentukan berapa jumlah kerja keras yang dilakukan. Ketika mengalami kegagalan memang sebuah ritual yang harus di jalani. Apa sesungguhnya makna di balik kegagalan yang akhirnya berujuang pada putus asa. Tentu anda diajak untuk mengambil hikam di dalamnya. Hikmah bahwa kehidupan itu memang berat, kehidupan itu memang penuh dengan misteri, dan kehidupan itu tidak seperi guru di sekolah yang mengajar dulu sebelum ujian. Tetapi, kehidupan itu ujian dulu tetapi diberikan pelajaran atau nilai.

Memang kehidupan itu tidak semudah sinertron yang ada di tv-tv. Berat dan penuh dengan cobaan. Melalui cobaan itulah yang akan menguatkan anda, kuat secara mental dan fisik juga. Ketika anda mengalami kegagalan dan terpaku dalam keadaan putus asa. Anda harus pergi ke sungai, bukan untuk merenungkan atau melakukan sesuatu kegiatan yang tidak terpuji. Melainkan untuk belajar dari air yang mengalir.  Di sungai itulah anda akan dapat pelajaran yang bernilai dari air itu.

Pertama, air itu hanya mengalir ke satu arah, tidak memperdulikan apapun yang terjadi. Apakah anda perna melihat air yang berjalan mundur. Tentu tidak akan melihat akan hal itu. Air akan terus melangkan maju meskipun di dalamnya ada gundukan, batu, bahkan tidak ada celah sekaligus. Meskipun di hadapan ada betu besar air tidak akan mundur untuk menyerah. Justru akan semakin bersemngat untuk melewatinya. Bagi anda penting memaknai pesan ini. Meskipun menemukan berbagai kegagalan dan rintangan jangan pernah sekali untuk berpikir mundur. Apa lagi anda memutusakan untuk berhenti. Karena jika anda berhenti maka anda tidak akan pernah belajar. tentunya terhenti dari perburuan gelas kesuksesan di masa yang akan datang.

Kedua, air akan mencari celah ketika ketika dalam keadaan sulit. Ketika dihadang oleh batu besar air akan berupaya untuk mencari ruang-ruang kecil untuk melewatinya. Tent anda pernah melihat air yang mengalir di bawah batu, di celah-celah batu. Air tidak akan menyerah karena keadaan yang sulit. Justru yang tersemat adalah sebuah keadaan mencari cara lain agar tetap terus melangkah. Tidak ada kata untuk mundur atau menyerah.

Anda perlu melakukan hal demikian. Ketika menemukan kegagalan dalam satu usaha misalnya. Harus memiliki langkah lain yang ditempuh untuk menutupi kegagalan itu. Paling tidak memiliki alternatif untuk menempuh jalan kesuksesan. Penting untuk melakukan seraga upaya untuk menemukan jalan indah. Jangan terpaku pada satu arah, tetapi banyak jalan menuju impian.

Ketiga, air semakin di tekan semakin kuat. Meskipun anda berusaha menghalangi jalannya air dengan membangun penahan air. Ia akan tetap terus mengalir. Bahkan akan semakin kuat dan memberikan manfaat bagi orang lain. Hal ini dapat anda temukan dalam bendungan pembangkit listrik. Demikian juga dengan anda, ketika semakin mendapatkan tekanan masalah justru harus semakin kuat. Kuat di sini tidak saja secara fisik, tetapi juga secara mental. Ingat otot yang kuat butuh latihan yang keras dan secara berulang. Terkadang juga butuh benturan untuk menguatkannya. Demikian juga dengan anda semakin banyak menghadapi maslaah dalam kehidupan akan semakin kuat dan kokoh.  

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *