Belajar Dari Kesalahan untuk Memperbaiki Kualitas Diri

 

Dalam sebuah istana yang begitu megah berkumpulan seorang patih kerajaan dan anak semata wayang sang raja. Saat itu sang raja sedang sakit keras, sehingg harus mengumpulkan seluruh keluarga terdekat. Mengumpulkan itu dimaksudkan untuk memberikan warisan kepada salah satu anaknya. Pada saat itu kondisi keuangan pekerjaan juga sedang lesu sehingga sang raja kebinggungan untuk membagi warisan kepada sang anaknya.

Dengan berat hati sang raja harus menerima keadan bahwa putranya nanti harus hidup dalam serba kekurangan. Mulailah sang raja membuka pembicaraan dengan sang anak. “sebelum saya meninggal anakku. Ayah ingin memberikan satu warisan yang begitu berharga kepadamu. Ayah hanya memiliki buku-buku ini pakailah buku ini untuk menyambung kehidupan kelak ketika saya sudah meninggal” tutur sang raja yang sedah kering seluruh tubuhnya.

Satu minggu kemudian sang raja meninggal dunai tentu keadaan kerajaan berbeda dengan sebelumnya. Penuh dengan kedukaan yang mendalam, begitu juga dengan sang anak semata wayang raja. Karena sang anak yang masih begitu muda harta yang dititipkan kepadany habis untuk dipaiaki hidup yang tidak semerstinya dilakukan. Untuk kegiatan yang tidak mengundang manfaat dan berfoya-foya. Kehidupan itulah yang akhirnya membuat seluruh kekayaan raja habis. Walaupun memang hanya tinggal sedikit.

Harta yang tersisa hanyalah sebuah buku yang berjajar rapi dirak-rak buku. Jumlahnya cukup lamayan banyak. Terlebih buku itu koleksi sang raja tentu memiliki hitoris yang begitu kuat. Karena mental yang belum begitu tertata akhir sang anak raja itu menjual buku-buku itu kepada teman-temannya. Setiap hari selalu menjual buku-buku itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu, juga untuk kebutuhan lain yang tidak berguna bagi kehidupannya.

Tidak kurang sekitar 6 bulan buku yang diwariskan sang ayah habis terjual. Untuk memenuhi kebutuhan sang anak raja bekerja kasar menjadi buruh. Pekrjaan yang tentu sangat tidak layak bagi anak raja. Namun karena perilaku yang tidak dapat menggunakan harta warisan yang begitu bijak akhirya Ia harus menanggung sendiri akibat yang ditimbulkan. Sedangkan berbada nasib teman-teman yang membeli buku milik sang ayahnya. Ia begitu sukses dan menjadi orang besar. Pekerjaan yang dilakukan tentu tidak menjadi seorang petani atau buruh melainkan menjadi seorang yang berada di kantoran.

Anak sang raja itu akhirnya ingin mengetahui akan yang terjadi sehingga kehidupannya menjadi sangat melejit. Awalnya mereka tidak mau membagi akan rahasia kesuksesan itu, namun setelah di desak akirnya mau untuk membagikan rahasia itu. Ternyata setelah bercerita cukup panjang rahais itu berupa buku yang telah di beli darinya. Buku itu memang tidak lagi ada di pasaran ataupun telah dalam penerbit manapun karena mamang sudha sangat lama. Meskipun demikian dalam buku itu memuat sebuah motivasi hidup yang begitu kuat. Selain itu, juga tips-tips bagaimana untuk memenangkan kehidupan.

Anak sang raja itu akhirnya membuka juga akan rahasia dirinya. Rahasia tentang buku yang dijual itu sebenarnya adalah warisan orang tuanya. Ia malas untuk membacanya hanya ingin segera mendapatkan uang untuk kebutuhan kehidupan setiap harinya. Untuk itulah akhirnya buku-buku itu dijual. Anak sang raja itu kemudian sangat menyesali akan apa yang telah diperbuat selama ini.

Semenjak itulah anak sang raja itu menjadi berubah sifat dan perilakunya. Menjadi pribadi yang jauh lebih religi dan tidak saja itu menjadi bersemangat untuk meraih kesuksesan kehidupan. Ia kemudian berusaha untuk melupakan kenangan masa lalu yang begitu mencekiknya dan akhirnya bangkit dari keterpukukan. Bangkit itulah yang membuat dirinya mendirikan sebuah perusahaan percetakan buku bersama beberapa kolega yang dulu membeli bukunya.

Dalam kisah di atas penting kiranya bagi anda untuk selalu berhati-hati dalam menjalai kehidupan. Berpikir jauh untuk masa depan, karena kehidupan tidak saja hari ini. Tetapi ada hari-hari berikutnya yang tentu masih menjadi misteri. Jangan melakukan sesuatau yang merugikan untuk masa depan anda. Berpikir ketika akan melakukan sesuatu perbuatan.

Tidak saja itu, ketika anda mengalami sebuah kegagalan atau kesalahan dalam kehidupan. Jangan dijadikan sebuah beban. Terlebih anda ingat-ingat akan kegagalan itu. Terpenting adalah mengambil hikmah, segera bangkit, dan melakukan sesuatu tindakan yang akan merubah kehidupan anda. Boleh menyesali tetapi terpenting melangkah untuk kembali bengkit dari keterpurukan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *