6 Alasan beratnya Cobaan hidup yang akan meluruskan peluang diri

Gagal ujian masuk pegawai negeri, gagal menjalani usaha, gagal mendapatkan klien baru, dan berbagai kegagalan lainnya. Sebuah kondisi yang tentu akan membuat anda semakin terpuruk dalam lembah putus asa. Kegagalan demi kegagalan yang membuat kamu semakin sering untuk mengeluh dan merasa diri kurang. Semangat yang berkobar sebelumnya akan redup secara perlahan. Terakhir adalah mengeluh sejadi-jadinya.

Mengeluh memang merupakan sifat mensusia yang tentu akan sulit hilang. Terutama ketika menghadapi cobaan yang bertubi dan berat. Tetapi mengeluh bukan jalan satu-satunya untuk meluapkan kegagalan. Cobaan yang begitu berat justru akan memberikan peluang bagi diri anda untuk terus tergerak maju dan mengobar semangat untuk berjuang. Cobaan memang berat tetapi yang lebih berat ketika tidak segara terbangun. Tentu hal itulah yang harus anda sadari.

  1. Ujian itu akan membuat anda naik kelas

Ingat ketika sekolah, ujian akan menjadikan anda naik kelas. Bukankan bangga ketika naik kelas. Itulah yang harus dilakukan ketika menghadapi cobaan. Harus bangga dan menjalani dengan sepenuh hati. Karena nanti akan naik kelas, naik level untuk jauh menjadikan kehidupan anda lebih bernilai. Tuhan dalam kaitan ini perlu menguji anda sebarapa kuat dan layak untuk naik kelas. Salah satu ujian itu adalah dengan berbagai bentuk. Salah satunya dengan kegagalan.

  1. Cobaan akan membuat anda menghargai kehidupan

Dahulu mungkin anda terlalu sibuk membanding-bandingkan. Terlebih ketika melihat orang lain jauh lebih sukses. Melihat teman memiliki mobil baru, rumah baru, bahkan Hp baru. Sedangkan anda masih dalam kumbangan keadaan yang terdahulu. Langkaplah penderitaan yang anda hadapi. Setalah itu kamu membayangkan akan masa lalu. Ketika mobil atau meskipun buntut tetap dapat digunakan. Rumah yang jelas tetap untuk menghalangi dari panas dan hujan. Di situlah letaknya anda telah menghargai kehidupan dengan cobaan.

  1. Meskipun cobaan Berat harus tetap bertahan, sebab akan mendewasakan

Cobaan kehidupan memang tidak ada yang ringan. Karena cobaan itulah yang akan membuat kamu nanti jauh lebih dewasa. Meskipun telah berapa banyak air mata yang anda keluarkan. Berapa banyak kata mengeluh anda ucapkan. Namun, anda harus bertahan. Karena bertahan inilah jalan satu-satunya ketika ingin memenangkan ujian itu. Kalau anda lari berarti telah kehilangan kesempatan untuk maju.

  1. Dengan Cobaan akan mengukur berapa kuat anda

Apakah kamu bisa mengukur kehebatan diri? Tentunya tidak dapat mengukurnya. Salah satu cara untuk mengukur seberapa kuat anda dengan cobaan kehidupan. Cobaan itulah yang akan memberikan titik dimana letak kekuatanmu. Tetapi apa yang terjadi ketika diberi cobaan? Seperti ular yang kehilangan bisanya. Seakan tidak dapat melakukan apapun. Tentu bukan hal itulah yang terjadi pada diri anda. Justru semakin berat cobaan akan dapat mengukur akan kekuatan diri. Ingat otot akan jauh lebih kuat ketika mendapatkan beban yang berat dan berulang.

  1. Cobaan akan menumbuhkan rasa empati. Rasa tidak enak akan membuat kamu sering berbagai

Ketika sedang menghadapai cobaan tentu rasa tidak enak akan selalu hinggap. Bagaiman ketika tidak memiliki uang. Sedangkan kebutuhan terus tinggi. Keadaan ingin berpergian tetapi tidak dapat melakuka apapun karena domper kosong. Namun, ketika anda telah keluar dari cobaan itu. Anda telah berhasil dalam kehupan akan jauh lebih empati. Akan dapat merasakan penderitaan orang lain, merasa terus empati. Karena dahulu pernah merasakan. Selain itu anda tidak akan menjadi orang yang sombong. Akan menerapkan ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk.

  1. Dengan ujian kamu akan ingat selalu Tuhan

Ujian yang datang berubi-tubi akan membuat kamu dekat dengan Tuhan. Karena hanya dengan Tuhanlah anda memohon petunjuk dan pertolongan. Ketik anda telah berhasil juga demikian akan selalu ingat karena berkat campur tangan-Nya menemukan keberhasilan. Tidak seperti maling kundang yang lupa ibunya. Tidak seperti kacang yang lupa kulitnya. Justru akan menjadi menusia yang jauh lebih religius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *