5 Motivasi dari Kisah Gorengan Bagi Kamu yang Ragu terhadap Kekurangan

 

Manusia hidup selalu memiliki kekurangan dan kelebihan. Sebab kekurangan dan kelebihan merupakan sesuatu yang sudah melekat di dalam diri seseorang. Di balik kelebihan yang dimiliki seseorang selalu ada kekurangan di baliknya, begitu juga sebaliknya di balik kekurangan yang dimiliki seseorang juga memiliki kelebihan di baliknya.

Untuk itulah kita tidak perlu berputus asa jika memiliki kekurangan dalam diri. Begitu juga sebaliknya jangan terlalu bangga ketika memiliki kelebihan di dalam diri. Kesadaran memahami diri akan keberadaan ini menjadi yang penting agar kita lemah dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bagi kamu yang ragu akan kekurangan dalam diri, penting memahami kisah gorengan beikut.

Kisah ini menceritakan seorang pemuda, ia bernama Lukman. Ia memiliki kekurangan dalam dirinya. Kekurangan ini bukan kekurangan fisik atau jiwa, melainkan kekurangan sosial ekonomi. Lukman lahir dari keluarga yang miskin di sebuah pelosok desa, namun ia memiliki mimpi yang sangat besar. Dalam hidupnnya ia ingin sekolah setinggi mungkin.

Namun, ia tidak diam atas kekurangannya. Ia melakukan pekerjaan yang tidak biasa dilakukan oleh remaja sekarang, yakni jualan gorengan keliling. Setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) Lukman berhenti sekolah selama satu tahun, dan ia mengembangkan bisnis ayahnya yakni jualan gorengan. Lukman melakukan cara keliling, agar lebih dekat dengan pembeli. Alhasil, genap satu tahun, Lukman bisa menabung untuk biaya pendaftaran kuliahnya.

Akhirnya mimpinya bisa dimulai, ia mendaftarkan diri di salah satu perguruan tinggi dengan biaya hasil tabungannya jualan gorengan. Tidak berhenti di situ saja, selama kuliah Lukman tetap berjualan gorengan di sekitaran kosannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Meskipun berkali-kali mendapat cibiran dari rekan mahasiswanya. Namun ia tetap memaknai geraknya sebagai proses yang baik. Ia menganggapnya sebagai angin lalu, dan semakin tekun mengembangkan gorengannya.

Suatu waktu Lukman ketahuan oleh beberapa dosennya, ia sangat mengapresiasi perjuangan Lukman. Secara tidak langsung ia telah memberikan contoh besar kepada yang lain akan perjuangan kerasnnya dalam meraih impian. Hasil penjualan gorengan itu sampai  mampu menutup biaya kuliahnya serta biaya hidupnya, artinya ia tidak merepotkan kedua orang tuannya untuk minta tambahan biaya kuliah.

Tidak terasa proses itu mencapai puncak, berkat gorengan Lukman mampu menyandang gelar sarjana. Dan itulah buah mimpi yang ia jalani dari pendakian yang khusuk sebagai penjual gorengan. Di akhir, ketika ia merayakan kelulusan bersama orang tuannya. Tiba-tiba salah satu dosen yang beberapa waktu lalu mengapresiasi usahannya itu menghampirinya. Ia memberikan sebuah lembaran kepadannya.

“Ini apa Pak?” tanya Lukman kepada gurunya itu.

“Ini kado atas perjuanganmu” jawabnya.

“Sebuah beasiswa Magister untukmu” lanjutnya. Lukman tidak bisa menahan haru, ia segera sujud syukur kemudian memeluk dosenya itu sebagai buah terima kasih atas kebaikannya.

Melalui kisah di atas kita dapat memetik motivasi besar dari kekurangan Lukman dalam meraih kesuksesan.

  1. Jiwa Tekun

Kekurangan dalam diri manusia bisa tertutup dengan ketekunan. Sebab ketekunan bisa membuat seseorang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Seperti halnya Lukman, meskipun ia hanya anak penjual gorengan, namu ketekunannya mendalami pekerjaan itu bisa membawa dirinya sukses mendapatkan apa yang ia impikan, menjadi seorang sarjana.

  1. Pantang Menyerah

Selain tekun, penting juga sikap pantang menyerah. Orang yang ingin meraih cita-cita penting menanamkan jiwa pantang menyerah. Sebab melalui jiwa inilah maka buah cita-cita itu bisa tercapai.

  1. Pentinya Menghargai Orang Lain

Hubungan dekat dengan orang lain bisa menjadi salah satu jalan dalam menuntun meraih kesuksesan diri kita. Sebab hubungan baik, dalah satunya dengan sikpa menghargai orang lain ini selain sebagai sebuah perilaku postif juga bisa memperlebar jaringan. Jaringan inilah yang bisa menjadi salah satu jalan menuju kesuksesan seseorang.

  1. Tidak Malu

Selama prose situ dijalur postif, tidak perlu malu. Sebab malu bisa menjadi penghambat dalam proses meraih kesuksesan. Seandainya saja Lukman malu berjualan gorengan, mungkin saja ia tidak akan bisa meraih impiannya mendapatkan gelar sarjana itu.

  1. Berpikir Positif

Salah satu kekuatan besar dalam meraik kesuksesan adalah adannya pikiran yang positif. Sebab pikiran positif sangat berpengaruh dalam menjalani kesuksesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *